Tempat buat paspor yang satu ini memang sediit berbeda dari kebanyakan kantor imigrasi yang ada. Di artikel ini penulis pengen berbagi tips mengurus paspor di tempat ini karena penulis sendiri merasakan betapa sulitnya birokrasi urus-mengurus paspor yang (maaf) kurang sosialisasi ini.
Syarat yang harus dibawa:
- Kartu Keluarga
- Akta lahir/Ijazah/Buku Nikah (salah satunya aja, kalo ada semuanya ya lebih afdhol)
- KTP
- Surat Domisili (Khusus KTP luar Jabodetabek/Daerah)
- Surat Keterangan Kerja (Khusus KTP luar Jabodetabek/Daerah
- Surat Ketereangan pihak travel (Khusus untuk yang akan umroh)
Masing-masing di fotokopi di
kertas A4, KTP juga di fotokopi di A4 dan jangan di potong jadi kecil, biarin
full kertasnya. Di lantai 2 udah ada tukang fotokopi, tapi bukanya sekitar jam
7an. Di seberang jalan juga ada Snapy yang juga baru buka jam 7 Pagi. Saran
saya sih mending fotokopi dari malemnya serta bawa pulpen, lem, sama materai
sendiri biar aman.
Petugas imigrasi nampaknya agak
tidak toleran buat yang KTP daerah, kalo surat domisili dan surat keterangan
kerja tidak ada maka akan langsung ditolak. Pulang, bye bye..
Tahap 2 – Eksekusi
- Dateng lebih pagi sekitar jam 5 (lebih pagi lebih bagus biar dapet naro berkas paling dulu dan dipanggil paling dulu)
- Serahkan fotokopi masing-masing syarat diatas ke penjaga (Satpam-red)
- Mereka akan menyerahkan formulir dan surat permohonan yang harus diisi dan ditandangani diatas materai.
- Jam 7.30 ada pengarahan dari petugas dan berkas-berkas sudah mulai dipanggil
- Kantor ini mendahulukan lansia (ya ngga apa2 lah ya, memang sudah seharusnya gitu)
- Pemeriksaan berkas oleh petugas. Siapkan KK asli, KTP asli, dan Ijazah/Akta/Buku Nikah Asli. Sertakan pula surat domisili dan surat rekomendasi kantor untuk yang berdomisili diluar Jabodetabek.
- Khusus untuk yang membuat 24 halaman, akan diminta untuk meminta surat permintaan 24 halaman di tempat fotokopi lantai 2 yang ditandangani diatas materai.
- Setelah pemeriksaan selesai, langsung menuju lantai 2 untuk foto dan interview.
- Sesampainya di lantai 2, serahkan langsung berkas tersebut kepada petugas dalam ruangan. Kalo nggak diserahin ya nggak bakalan dipanggil. Sebagai catatan, disana sebenernya udah ada layar monitor untuk nomor antrian dan di berkas juga udah ada nomor antriannya, tapi tetep aja ngga berguna.
- Tinggal tunggu giliran deh.
- Interview sebatas bertanya tujuan utama bikin paspor, bisa buat jalan-jalan, nonton konser, tugas kantor atau yang lainnya.
- Syarat khusus untuk umroh:
- paspor harus 48 halaman
- nama harus minimal terdiri dari 3 suku kata. Contoh : Indra Kurniawan menjadi Indra Kurniawan Harahap (jika punya marga), Doni menjadi Doni bin Supratno dst.
- Harus ada surat keterangan dari pihak travel bahwa akan melakukan umroh dalam 5 tahun yang akan datang.
- Setelah interview selesai, maka akan dikasih surat bayar ke bank/kantor pos. (ada dua, satu untuk pemohon dan satu lagi untuk pihak bank)
Tahap 3 – Finishing
Silahkan datang ke bank untuk
bayar ke teller. Setelah menerima bukti
bayar, simpan bukti bayar dan kertas bayar (untuk pemohon) tersebut untuk
ditukarkan dengan paspor 3 hari kerja setelah pembayaran. Jadi, jika kita
bayarnya senin maka paspor bisa diambil hari kamis. (beberapa teman bilang kalo
3 hari kerja itu termasuk senin ; berarti Rabu, tapi daripada udah dateng tapi
belum jadi mending ambil yang hari Kamis aja)
Pengambilan dibuka jam 13.00,
tapi udah bisa ngambil nomor antrian sekitar jam 12.30 di lantai 1, langsung
menuju lantai 2 dan menyerahkan nomor antrian serta bukti bayar ke petugas
pengambilan paspor. Silahkan tunggu sebentar, nama akan dipanggil dan diminta
mengisi data, serta petugas akan meminta paspor untuk difotokopi.
Alamat Kantor :
Jl. Karang Tengah Blok B/I No. 8H, Lebak Bulus, Cilandak, RT.7/RW.6, Lb. Bulus, Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12440




No comments:
Post a Comment